Dari momen pulang kampung Holzweiler hingga Bonnetje dengan koleksi “Cadavre Exquis.”
Musim Fall/Winter 2026 dari Copenhagen Fashion Week resmi dimulai, dan seperti biasa, musim ini dipenuhi deretan show memukau dari desainer mapan hingga nama-nama baru. Para favorit penggemar seperti OperaSPORT dan Forza Collective kembali ke runway, bersama label andalan seperti Anne Sofie Madsen, Bonnetje dan ROTATE, yang seperti biasa akan menutup musim ini dengan penuh gaya.
Di sisi lain, musim SS26 ini kita juga menyaksikan kembalinya Alana Hadid untuk OperaSPORT, ditambah sebuah show homecoming yang magis dari Holzweiler dan satu lagi penampilan tanpa cela dari favorit Skandi, Henrik Vibskov.
Gulir ke bawah untuk melihat momen favorit kami dari CPHFW SS26 dan nantikan New York Fashion Week, yang segera dimulai…
OpéraSPORT
OpéraSPORT membuka musim ini dengan koleksi FW26 yang sensual bertajuk “Venice by Night.” Terinspirasi dari “kemewahan sunyi” kota tersebut selepas senja, label ini juga merujuk tulisan H.C. Andersen tentang Venice sebagai landasan koleksi, menghadirkan reinterpretasi puitis lewat desain. Koleksi yang terasah rapi ini bertumpu pada palet hitam-putih klasik, dipadu semburat lembut merah muda pucat, ungu gelap dramatis, dan khaki tua. Tamu kehormatan, Alana Hadid, melenggang di runway dalam blazer berkancing yang chic, dipadukan dengan rok kulit cokelat, tas ruffle merah muda, dan sepatu bot bernuansa oker.
Forza Collective
Forza Collective kembali menghadirkan tampilan penuh warna dan berlapis transparan yang tampil gemilang musim ini, dengan keseluruhan koleksi berakar pada periode “Baroque” yang menjadi sumber inspirasi sang desainer, Kristoffer Kongshaug. Mengimajinasikan ulang gaya awal abad ke-17 dan pertengahan abad ke-18 dengan sentuhan era ‘90-an, koleksi penuh energi ini membawa nuansa feminin nan playful ke runway.
Bonnetje
Bonnetje lewat koleksi “Cadavre Exquis” sepenuhnya berfokus pada proses. Mengandalkan busana vintage yang terdekontruksi dan aksesori upcycled, FW26 mengeksplorasi tema “dialog, intuisi, dan gagasan.” Kerah kemeja bertransformasi menjadi bodysuit, kulit yang direkonstruksi dan benda-benda fungsional berukuran kecil berubah menjadi detail desain kitschy; koleksi ini dipenuhi detail jenaka dan sudut pandang unik terhadap proses sebagai daya tarik utama.
Anne Sofie Madsen
Anne Sofie Madsen melanjutkan eksplorasi bertema hewan musim ini lewat kolaborasi unik dengan UGG. Mengustom empat siluet kunci, setiap sepatu dipercantik dengan detail seru seperti cakar monster, pita dan bow, serta gesper sabuk. Bertajuk “Ghostly Matters,” koleksi ini mengeksplorasi konsep “masa depan yang hilang” melalui penggunaan shapewear dan efeknya yang menghaluskan serta mengompresi tubuh manusia.
Holzweiler
Holzweiler kembali ke Copenhagen, 16 tahun setelah debut runway mereka yang mengesankan. Mengisi slot “Homecoming” musim ini, yang musim lalu diisi oleh Cecilie Bahnsen untuk merayakan ulang tahun ke-10 label tersebut, koleksi perayaan ini menengok kembali ke akar sang label. “Kembali ke Copenhagen Fashion Week terasa sangat personal bagi kami. Copenhagen adalah tempat perjalanan internasional kami pertama kali terbentuk. Kembali ke sini rasanya lebih dari sekadar menampilkan musim baru — ini seperti kembali ke bab penting dalam cerita kami, yang memungkinkan kami terhubung lagi dengan komunitas kreatif kami yang lebih luas dan nilai-nilai Skandinavia yang selalu membentuk siapa kami,” ujar Creative Director, Maria Skappel Holzweiler.
Baum und Pferdgarten
Baum und Pferdgarten, sementara itu, menengadah ke langit untuk inspirasi musim ini. Bertajuk “Airborne,” koleksi FW26 ini terinspirasi dari sosok pionir aviasi Amelia Earhart, merayakan gaya personal dan jiwa kepeloporannya. “Terinspirasi oleh Amelia Earhart, kami mengeksplorasi bagaimana seragam yang awalnya dirancang dengan pendekatan maskulin dapat hidup berdampingan dengan pemakai yang elegan dan sofistike. Koleksi ini menyatukan kekuatan dan kepekaan, menggunakan siluet utilitarian yang dilembutkan oleh material jatuh dan detail ekspresif,” jelas para creative director, Rikke Baumgarten dan Helle Hestehave.
Dari erotika sci-fi feminis ala Jessie Makinson hingga adegan cinta Black Queer karya Sola Olulode — semuanya bagian dari portofolio kreatif Avant Arte.