Valentino Beauty Gandeng Seniman Visual untuk Menyulap Botol Parfum Ikonisnya
Menampilkan karya Maria Ines Guil, Simon Bailly, dan seniman lainnya.
Sebagai penghormatan atas Valentino Beauty dan wewangian khasnya, “Born in Roma” tersebut, label ini berkolaborasi dengan tujuh seniman digital untuk menafsirkan ulang desain botol parfum berdetail stud tersebut: Infiniteyay, Daily Splice, Xeocho, Chrissie Abbott, Andrew Knives, Maria Ines Guil, dan Simon Bailly. Lewat ragam estetika visual yang kuat, para seniman ini berharap dapat memberi penghormatan pada warisan tak terbantahkan Valentino Beauty.
“Lewat proyek ini, Valentino Beauty kembali menggaungkan kreativitas, komunitas, dan koneksi kultural, menjadikan ‘Born in Roma’ bukan sekadar wewangian, melainkan simbol global akan individualitas dan ekspresi diri,” ujar label tersebut dalam rilis pers. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan mengeksplorasi ekspresi personal para seniman sekaligus esensi wewangian itu sendiri.
Lihat unggahan ini di Instagram
Ditampilkan di kanal media sosial label, karya kolaboratif ini hadir bak galeri virtual yang menyoroti warisan Valentino Beauty sekaligus hasratnya untuk berbaur dengan era modern. Meski kolaborasi ini merayakan parfum ikonis “Born in Roma”, label tersebut juga menegaskan bahwa proyek ini merepresentasikan etos kreativitas tanpa kompromi, individualitas, dan kebebasan berekspresi.
Selagi di sini, simak juga ulasan tentang brand skincare baru berbasis sains, BY:ERA.



