Baru Rilis, Para Seleb Turun Gunung ke Dunia Buku
Dari It girl ke gadis sastra.
Siapkan dulukacamata persegi andalanmu karena ini adalah tahunnyaIt-girl dunia sastra, ditandai ledakan memoar selebritas, klub buku dan esai-esai personal. Para selebritas perempuan favorit kita punya banyak cerita yang siap mereka ungkap.
Memoar selebritas sejak dulu selalu berarti uang besar bagi penulis maupun industri penerbitan, jadi akankah para girlies meninggalkan banjir brand kecantikan seleb dan beralih menulis? Sudah jelas memoar seleb adalah mata uang emas, tetapi mungkin lonjakan memoar kali ini terasa lebih menggoda bagi para penggemar dibanding produk kecantikan, karena menawarkan keintiman apa adanya yang mereka idamkan dari bintang favoritnya, langsung dari sumbernya.
Dari Paris Hilton sampai Julia Fox, kita senang melihat perempuan yang hidup di bawah sorotan publik mengambil alih narasi mereka sendiri dan membalikkan persepsi yang dulu diyakini banyak orang.
Selanjutnya, kami rangkum memoar selebritas favorit yang wajib masuk daftar bacaanmu.
Paris Hilton – Paris: The Memoir
Sang influencer OG, Paris Hilton, mengajak kita mengintip balik layar lewat memoar setebal 336 halaman ini, menelusuri semua label yang pernah disematkan padanya. Dimulai dari masa kecil, fase remaja pemberontak, hingga pengalaman kekerasan verbal dan fisik, Hilton merebut kembali suaranya. Ini adalah sudut pandang langka tentang asal-usul pink paradise miliknya.
Cher – Cher: The Memoir, Part One
Ini karya yang luar biasa besar. Dengan tebal 420 halaman, Part One berakhir di era ’80-an sambil mengisahkan perjalanan hidup Cher sejak kanak-kanak hingga remaja. Buku ini penuh dengan kisah seru: berpesta dengan The Beatles dan The Rolling Stones, mencium Warren Beatty saat masih ABG, hingga bagaimana beberapa hits terbesarnya tercipta. Ia juga mengulas era flower power dan peliknya pernikahan sang diva. Benar-benar bacaan yang bikin nagih.
Ziwe Fumudoh – Black Friend: Essays
Komika Ziwe membalikkan kamera ke dirinya sendiri dalam memoar yang blak-blakan ini. Ia bercerita tentang tumbuh besar di Massachusetts sebagai anak imigran Nigeria, sembari mengurai pandangannya soal banyak hal, termasuk Britney Spears.
Julia Fox – Down The Drain
Perempuan yang seolah sudah hidup dalam banyak babak berbeda ini, Julia Fox, akhirnya duduk dan menuliskan semuanya. Dari tragedi dan kehilangan sahabat hingga kecanduan, kejahatan, dan pasangan yang abusif, ini adalah catatan penuh kekacauan dan gejolak tentang perjalanannya menuju status kultus di dunia seleb.
Richie Shazam – SHAZAM
Richie Shazam membawa kamu dalam perjalanan kreatif penuh penemuan dan menunjukkan kehidupan yang bisa tercipta ketika kita melawan arus dan menantang biner. Dengan kata pengantar dari Julia Fox, buku ini akan jadi tambahan yang menawan di rak bukumu.
Britney Spears – The Woman In Me
Britney Spears akhirnya menyuarakan kebenarannya dalam memoar yang sangat jujur ini. Dengan ketulusan dan humor yang lembut, sang bintang pop mengulas teror paparazzi, pengkhianatan, dan siapa sebenarnya yang mengendalikan hidupnya.
Sofia Coppola – Archive Sofia Coppola
Archive Sofia Coppola ini merangkum seluruh perjalanan kariernya yang berpengaruh hingga kini. Disusun dari koleksi pribadi foto, ephemera, kolase referensi, naskah dan banyak lagi, buku ini menawarkan pandangan intim nan unik ke dalam karya-karya sang filmmaker.
Pamela Anderson – Love, Pamela
Aktris, aktivis, dan Playboy Playmate ikonis, Pamela Anderson merebut kembali narasinya lewat memoar yang di luar dugaan ini. Menggabungkan kisah yang jujur dengan puisi-puisinya, Anderson mendefinisikan ulang buku selebritas dan menyampaikan kisahnya dengan caranya sendiri.
Megan Fox – Pretty Boys Are Poisonous: Poems
Megan Fox memberi kita cita rasa humor gelapnya lewat kumpulan puisi yang kelam dan memilukan ini. Menyelami bagaimana kita memaksa diri masuk ke dalam cetakan tertentu hingga kehilangan jati diri, buku ini menawarkan sekilas sosok asli di balik segala gemerlap glamornya.
Lil’ Kim – The Queen Bee
Lil’ Kim membongkar kisah di balik layar karier legendarisnya, untuk pertama kalinya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di depan publik. Dengan lirik yang dinamis, sikap tegas tanpa basa-basi, dan gaya yang tak tertandingi, ia berkali-kali membuktikan kelasnya.




