Maitreyi Ramakrishnan Ngobrol Soal Akting, Gaming, dan Serunya Perayaan Anniversary Pokémon
“Aku jelas bukan diri aku yang sekarang kalau nggak ada video game.”
Pokémon tahun ini merayakan ulang tahun ke-30 dengan rangkaian perayaan supermeriah. Franchise ini baru saja meluncurkan kampanye sepanjang tahun bertajuk “What’s Your Favorite?” yang mengundang para penggemar di seluruh dunia untuk berbagi Pokémon favorit mereka.
Kampanye ini dimulai saat gelaran Super Bowl, ketika sebuah iklan terbaru ditayangkan. Tentu saja, brand ini menggandeng para superfan untuk terlibat, termasuk Lady Gaga, Charles Leclerc, Jisoo, Maitreyi Ramakrishnan, Lamine Yamal dan Young Miko. Kami pun duduk berbincang dengan salah satu fans, seorang aktor Kanada bernama Maitreyi Ramakrishnan, untuk mendengar langsung cerita keterlibatannya dalam kampanye ini.
Ramakrishnan pertama kali mencuri perhatian publik lewat peran utamanya sebagai siswi SMA Devi Vishwakumar dalam serial komedi Netflix berjudul Never Have I Ever. Lewat aktingnya, kita semua langsung jatuh hati pada sang bintang, tapi satu hal yang mungkin belum banyak diketahui adalah bahwa ia sudah menjadi penggemar Pokémon seumur hidupnya.
Kini sang aktor menjadi wajah utama perayaan besar ulang tahun franchise ini, dan ia duduk bersama kami untuk membahas segala hal seputar gaming, akting, dan Pokémon (termasuk yang paling ia favoritkan). Simak selengkapnya dalam wawancara berikut.
Kamu penggemar berat Pokémon. Bisa ceritakan sedikit bagaimana awalnya kamu jatuh cinta pada Pokémon?
Aku sudah suka Pokémon selama yang bisa kuingat! Semua sepupuku yang lebih tua benar-benar tergila-gila pada Pokémon dan secara alami menulari aku. Aku punya begitu banyak kenangan mengoleksi kartu Pokémon dan memainkan Pokémon Stadium, Pokémon Snap, dan Pokémon Puzzle League berjam-jam tanpa henti di N64!
Siapa karakter Pokémon favoritmu?
Luxray! Utamanya karena Luxray adalah kartu Pokémon pertamaku, dan aku suka sekali sentuhan nostalgia yang manis. Tapi bisa dibilang, enam Pokémon favoritku adalah Luxray, Lucario, Ceruledge, Greninja, Dragonite, dan Gardevoir. Itu akan jadi tim andalanku, tapi aku juga harus memberi sorotan khusus pada Turtwig sebagai partner Pokémon pertamaku.
Terlibat dalam perayaan 30 tahun Pokémon pasti sangat seru. Bisa ceritakan sedikit tentang kolaborasi ini dan bagaimana semuanya bermula?
Aku sudah menjadi penggemar Pokémon sejak lama, jadi ketika kesempatan ini datang, aku sama sekali tidak perlu berpikir dua kali! Kolaborasi ini sungguh terasa seperti mimpi yang jadi nyata. Bisa ikut mendukung perayaan 30 tahun, khususnya, sangat berarti bagiku. Seluruh kampanye ini berfokus pada pertanyaan klasik, “What’s your favourite Pokémon?” Menurutku, pertanyaan itu benar-benar inti dari komunitas Pokémon, tak peduli kamu penggemar kasual atau fan garis keras.
Bagaimana ceritanya kamu mulai terjun ke dunia akting?
Karier akting profesionalku sebenarnya terjadi cukup kebetulan, ketika aku ikut open casting untuk Never Have I Ever. Saat itu aku belum menyadarinya, tapi aku mendapatkan peran tersebut dari 15.000 orang yang audisi dari seluruh dunia, dan itu masih membuatku takjub setiap kali kuingat. Meski begitu, harus kuakui, sejak SMA aku selalu suka tampil di depan orang dan membuat orang lain tertawa lewat komedi atau cara apa pun yang bisa kulakukan. Aku tidak pernah tahu bahwa aku ingin menjadi aktor, tapi aku tahu pasti bahwa aku menginginkan karier di ranah kreatif.
Apa yang biasanya kamu lakukan supaya merasa percaya diri di depan kamera? Ada ritual khusus sebelum syuting?
Sepertinya aku tidak punya ritual khusus sebelum syuting, tapi aku jelas harus mendengarkan musik di pagi hari hanya untuk membangunkan diri dan memulai hari. Biasanya, jadwal syuting itu pagi atau sebelum tengah hari, yang menurutku sudah sangat pagi! Aku nocturnal sejati, jadi apa pun yang bisa membuatku melek sebenarnya sudah cukup.
Hal apa tentang dirimu yang mungkin tidak banyak orang sangka?
Kurasa masih banyak orang yang kaget dengan sedalam apa pengetahuanku soal Pokémon dan Nintendo secara keseluruhan. Jujur saja, keduanya jauh lebih menjadi bagian inti dari masa kecilku dibanding deretan acara TV awal 2000-an yang biasa ditonton teman-temanku. Aku jelas tidak akan jadi diriku yang sekarang tanpa video game.
Bisa dibilang Pokémon juga memengaruhi sisi lain dalam hidupmu?
Sejak kecil, video game juga jadi momen bonding besar antara aku dan kakakku. Dia selalu mengalahkanku di setiap pertarungan Pokémon yang kami mainkan, baik di Pokémon Stadium maupun hanya dengan kartu. Ibuku adalah seorang Pokémon Go addict, dan punya topik bonding seperti itu dengannya adalah hal lain yang sangat aku hargai dan aku berikan kredit pada Pokémon. Untuk kampanye 30 tahun ini, aku bekerja sama dengan stylist-ku untuk memastikan penampilanku terasa seperti seorang gym leader Pokémon bertipe listrik, jadi bisa dibilang sekarang Pokémon juga ikut membentuk gaya fesyenku!



