Kenapa Semua Orang Lakukan Skincare di Dalam Pesawat?
Para dermatolog menjelaskan apakah kamu benar-benar butuh skincare khusus saat penerbangan.
Untuk parapelancong yang sering bepergian, jerawat dan kulit kering akibat penerbangan panjang sudah jadi hal yang sangat biasa. Karena itu, para pencinta kecantikan diTikTok mulai membagikan rangkaianskincare bertahap yang mereka jalankan di dalam pesawat — namun para dermatolog mengatakan hubungan antara pesawat dan kulit kita jauh lebih kompleks dari yang selama ini kita bayangkan.
Di saat yang sama, para ahli kecantikan mengonfirmasi kecurigaan kita soal “air pesawat.” Kita semua pernah merasakan kulit terasa kencang tidak nyaman dan mungkin beberapa jerawat bermunculan setelah hari perjalanan, dan para dermatolog menegaskan itu bukan kebetulan.”Kabin pesawat biasanya memiliki tingkat kelembapan di bawah 20%, jauh lebih rendah dari yang biasa diterima kulit kamu. Lingkungan seperti itu meningkatkan kehilangan air transepidermal, sehingga kulit kamu jauh lebih cepat dehidrasi dari biasanya,” jelas Dr. James Y. Wang, dermatolog bersertifikat dan pendiriMetropolis Dermatology, kepada Hypebae.
@victoriasamson morning shed di dalam pesawat 💗🫣✈️ #morningshed #skincare #planeskincare #travelskincare @touchland @APRILSKIN USA @Glow Recipe @Tatcha US @Caudalie @Kosas ♬ Tonight – PinkPantheress
Dr. Wang menemukan bahwa ketika kulit kita terpapar kelembapan serendah itu, skin barrier jadi kurang mampu mencegah kekeringan, kusam, dan iritasi. Namun ia juga menegaskan bahwa udara pesawat sendiri tidak menyebabkan kerusakan permanen — itulah mengapa rutinitas yang dirancang khusus untuk traveling harus benar-benar terarah, bukan sekadar menyalin persis ritual skincare di rumah.
Di atas segalanya, rutinitas di pesawat sebaiknya berfokus pada menjaga skin barrier. Selain itu, bahan aktif keras seperti retinoid sebaiknya dihindari sama sekali.”“Kulit kamu sudah berada dalam kondisi tertekan, jadi menambahkan terlalu banyak variabel biasanya justru berbalik merugikan,” tambah Dr. Wang. Sebagai gantinya, para dermatolog menyarankan untuk menjaga rutinitas tetap simpel, dengan fokus utama pada hidrasi. Saat ragu: jaga kulit tetap terhidrasi dengan pelembap, dukung skin barrier dan hindari langkah-langkah yang tidak perlu.
@amayacrichton Tetap setia dengan skincare routine-ku: @Caudalie beauty elixir, @Summer Fridays jet lag eye patches, @Dieux Skin instant angel moisturizer, @ELEMIS collagen marine cream, @touchland ♬ original sound – soundsbysaber
Selain membuat kulit iritasi dan kering, para dermatolog juga memperingatkan bahwa pesawat penuh kuman — artinya kamu harus ekstra hati-hati saat menyentuh wajah. “Saya ingin menyoroti sesuatu yang jarang dibahas dalam obrolan seperti ini, yaitu soal kebersihan. Kamu berada di ruang tertutup dengan udara yang terus bersirkulasi dan banyak orang di sekitar kamu,” ujar dermatolog bersertifikat dan ahli bedah kosmetik Melanie Palm .”“Mengaplikasikan produk dengan tangan yang belum bersih atau terlalu sering menyentuh wajah dalam kondisi seperti itu bisa memasukkan bakteri dan meningkatkan risiko jerawatan.”
Karena rutinitas skincare di pesawat yang berlebihan justru bisa membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat, dermatolog bersertifikat Dr. Ryan Turner mengatakan tren TikTok ini mungkin lebih dipicu dorongan menuju estetika kecantikan “clean girl” — bukan benar-benar karena kepedulian pada kesehatan kulit. ““Sebagian besar berkaitan dengan betapa visual dan mudah dibagikannya rutinitas ini. Kulit tampak segar, under-eye patches, hasil akhir yang dewy — semuanya memberi kesan effortless, rapi, dan aspiratif, terutama dalam konteks perjalanan yang biasanya identik dengan stres dan rasa lelah,” jelas Dr. Turner.
Di lanskap kecantikan hari ini, skincare jauh lebih visual dibanding dulu. Selain sekadar mengatasi masalah kulit, hal-hal seperti eye patches dan face mask sudah menjadi simbol melek budaya, dan semua orang ingin ikut — meski artinya menjalani ritual skincare enam langkah di ketinggian 30.000 kaki.



















