Kenapa The Ordinary Menjual Buah dengan Harga Ratusan Dolar?
Brand ini menyoroti ‘inflasi skincare’ lewat pop-up Markup Marché miliknya.
Di The Ordinary Markup Marché milik pop-up, bahan kebutuhan sehari-hari seperti apel dan jeruk disulap menjadi aktivator kaya nutrisi dan kapsul penguat kilau. Terinspirasi dari gagasan bahwa skincare kerap menjual hal-hal biasa dengan kata-kata yang terdengar luar biasa, brand ini memilih memimpin dengan transparansi, membiarkan kandungan produknya berbicara sendiri.
Lewat Markup Marché, The Ordinary menyorot bagaimana bahasa hiperbolis, kemasan mewah, dan harga yang digelembungkan bisa mengubah produk sehari-hari menjadi seolah-olah barang mewah. Hadir di Paris, Toronto, Melbourne, São Paulo, Mexico City dan London, aktivasi ini menjadi langkah terbaru brand tersebut dalam menyalurkan hasratnya terhadap akses skincare yang inklusif dan demokratisasi kandungan efektif. Sebagai salah satu pemimpin di kategori ini, The Ordinary berharap bisa menetapkan standar baru lewat kemasan minimalis dan harga yang wajar.
Selanjutnya, kami berbincang dengan Amy Bi, wakil presiden global brand di DECIEM, tentang makna Markup Marché bagi The Ordinary.
Tentang Inspirasi di Balik Markup Marché
Markup Marché dirancang untuk menjual [produk segar] dengan cara yang sama seperti dunia kecantikan menjual produknya. Kita sangat sering melihat bahasa yang dibesar-besarkan, klaim pemasaran yang berlebihan, dan kemasan yang serba mewah. Kami ingin membawa paralel itu ke dalam konteks toko bahan makanan dan menunjukkan bahwa kalau ada alpukat yang harganya melonjak hanya karena kemasan wah atau nama yang terdengar keren, kita pasti menolaknya. Jadi, mengapa kita merelakannya dalam produk skincare kita?
Tentang Pesan Utama dari Pop-Up Ini
Kami ingin konsumen benar-benar paham bahwa yang seharusnya mereka bayarkan adalah kandungan di dalam produk, bukan hype di sekelilingnya. Untuk skincare, inilah alasan kami begitu fokus pada transparansi dan edukasi. Kami ingin orang tahu persis apa yang mereka beli. Hyaluronic acid pada akhirnya tetaplah hyaluronic acid, tak peduli bagaimana Anda membungkus atau mem-branding-nya. Karena itu, kami ingin orang memahami pentingnya transparansi, integritas harga, dan komunikasi yang jelas. Itulah alasan The Ordinary lahir sejak awal — untuk menghadirkan level transparansi seperti itu bagi konsumen. Kami berharap Markup Marché semakin menegaskan hal tersebut.
Tentang Cara The Ordinary Membedakan Diri
Transparansi dan integritas harga adalah alasan kelahiran The Ordinary. Misi The Ordinary adalah menyorot kandungan komoditas dalam skincare yang selama ini dikamuflase sebagai terobosan. Sering kali ada bahan-bahan yang sudah puluhan tahun dipakai di industri — namun tetap dipasarkan ke konsumen dengan klaim yang berlebihan, dibungkus dengan dukungan selebritas dan treatment marketing yang glamor. Sampai-sampai konsumen akhirnya membayar jauh di atas nilai sebenarnya dari kandungan tersebut.
Tingkat aksesibilitas dan komunikasi yang jujur seperti itulah yang kami pegang teguh di The Ordinary, dan pada setiap produk yang kami rilis. Kami selalu bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana kami bisa mendemokratisasi kandungan-kandungan baru?” “Bagaimana kami bisa membuatnya seluas mungkin dan semurah mungkin, sambil menunjukkan manfaat nyata dari kandungan tersebut melalui komunikasi yang jelas, kemasan minimalis, dan edukasi?”



















