Deretan Sorotan Utama dari Art Basel Paris 2026
Dari program kreatif Miu Miu hingga pengambilalihan kancah tekno selama 24 jam.
Setiap bulan Oktober, dunia seni berkumpul di Kota Cahaya untuk Art Basel Paris. Namun, di luar Grand Palais—lokasi pameran tersebut berlangsung—ibu kota Prancis ini semakin semarak dengan sederet pameran, gerai pop-up, instalasi, dan pesta. Entah Anda berhasil masuk ke dalam struktur megah menyerupai rumah kaca tersebut atau sekadar menjelajahi sudut-sudut kreatif kota, ada banyak hal yang bisa dinikmati di luar acara utamanya.
Namun tahun ini, perayaan tersebut harus dipersingkat. Pameran ini ditutup dua hari lebih awal di tengah protes yang sedang berlangsung di penjuru kota. Meski begitu, mulai dari pengalaman bersantap imersif hingga budaya kelab larut malam, serta deretan nama besar di dunia kreatif mode yang mengambil alih ruang-ruang ikonis Paris, pekan ini membuktikan bahwa seni tidak hidup dalam ruang hampa. Dari pameran Miu Miu yang menggugah pikiran hingga Open House perdana Dover Street Market, berikut adalah deretan sorotan dari Pekan Seni di Paris yang padat, meski harus berakhir lebih cepat.
Miu Miu dan Alice Diop
Kembali menjadi mitra resmi program publik Art Basel Paris untuk tahun ketiga, Miu Miu mengundang sineas Prancis Alice Diop untuk mempersembahkan Geste de Consolation. Ini merupakan sebuah pameran multidisiplin yang mengeksplorasi kekuatan representasi dan kreativitas perempuan Kulit Hitam. Berlangsung di Palais d’Iéna, proyek ini memadukan film, patung, puisi, tari, dan musik. Sorotan utamanya mencakup pembacaan langsung, perpustakaan berisi teks-teks berpengaruh, dan patung perunggu monumental karya Simone Leigh, “Sentinel (Mami Wata).” Memperluas visi Diop ke luar layar, pameran ini menawarkan perjalanan imersif yang melintasi kenangan, perlawanan, dan ekspresi kreatif.
Dover Street Market Open House
Dover Street Market Paris menggelar Open House perdananya selama Art Basel. Mereka mengundang komunitas kreatifnya untuk mengambil alih ruang tersebut dalam sebuah malam yang dipenuhi pameran, instalasi, sesi penandatanganan, pertunjukan, dan produk eksklusif. Acara ini membuka rangkaian program selama sepekan yang merayakan persimpangan antara mode, seni, dan budaya. Beberapa agenda yang berlangsung meliputi peluncuran dan penandatanganan buku bersama IDEA untuk publikasi terbaru Marc Quinn, “Kate By Marc” (seperti yang terlihat di atas). Selain itu, terdapat patung karya Gina Fischli dan BOVARY, wewangian perdana dari Peer Parfum yang diciptakan oleh Fischli bersama ahli pembuat parfum Antoine Lie. Masing-masing dari 500 botol yang dapat diisi ulang tersebut dicat dan digores menggunakan tangan.
Pengambilalihan Kelab Malam Silencio
Sebagai salah satu kelab malam paling ternama di kota ini, Silencio selalu menjadi tempat andalan bagi para pencinta seni dan mode. Dirancang oleh David Lynch dan sering menjadi tuan rumah pesta-pesta besar di pekan mode, tidak heran jika lokasi ini memiliki deretan acara yang padat untuk pekan seni. Mengambil alih ruang kelabnya selama lima hari, Silencio menggelar pemutaran film, diskusi, pertunjukan, dan set DJ. Hal ini disandingkan dengan pameran foto kehidupan malam karya Kayode Ojo yang dipersembahkan bersama Sweetwater Gallery. Setiap malam mengalir dari layar ke panggung hingga ke lantai dansa—sebuah malam yang sempurna bagi kami. Salah satu yang paling difavoritkan adalah pesta usai penayangan film A24 mendatang, Club Kid.
Makan Malam di Dalam Karya Seni
Seniman dan desainer Harry Nuriev menyulap restoran Le Dalí di Le Meurice menjadi “The Stage,” sebuah instalasi imersif yang berlangsung dari 20 hingga 25 Oktober. Berpusat di meja makan, pengalaman ini menyatukan seni dan gastronomi melalui enam makan malam eksklusif untuk 24 tamu saja. Menunya terdiri dari sepuluh hidangan yang dibuat oleh koki Alain Ducasse dan Amaury Bouhours, terinspirasi oleh visi artistik Nuriev. Di luar rangkaian makan malam intim tersebut, pengunjung juga dapat menikmati instalasi ini saat sarapan, makan siang, dan minum teh sore sepanjang minggu.
Pertemuan Seni dan Tekno
Selama akhir pekan, pelopor musik elektronik Richie Hawtin dan seniman kontemporer John Gerrard bekerja sama dalam sebuah program 24 jam di FVTVR, yang berlangsung sejak Sabtu siang hingga siang di hari berikutnya. Sebagai bagian dari Reference Festival, acara ini menyatukan instalasi digital Gerrard, sesi perbincangan antara keduanya, serta deretan penampilan semalam suntuk yang dikurasi oleh Hawtin, memadukan suara eksperimental dan gambar bergerak. Acara ini mengajak penonton untuk merasakan persimpangan antara seni kontemporer dan budaya kelab hingga larut malam.