Louise Trotter Hadirkan Kelas Utama Soal Gerak di Bottega Veneta FW26
Koleksi kedua sang desainer untuk rumah mode ini kembali memukau tanpa mengecewakan.
Louise Trotter menampilkan koleksi keduanya untukBottega Veneta di musimMilan Fashion Week, dan dengan risiko terdengar klise, harus diakui, ia kembali membuktikan kelasnya. Yang kami maksud dengan “itu” adalah keberhasilannya menciptakan satu lagi koleksi luar biasa yang benar-benar menggugah emosi di tengah lautan tampilan yang terasa seragam.
Dihadiri oleh Daisy Edgar-Jones, Lauryn Hill, Julianne Moore dan I.N. dari Straykidz, barisan depan penuh bintang itu seolah hanya memberi teaser atas apa yang akan dihadirkan Trotter, dan pergelaran keduanya sebagai desainer ini seketika menandai, mengukuhkan, danmenggenapi harapan tersebut.
Meneruskan debut menyentuhnya musim lalu dan menghadirkan drama maksimal ke Milan, Trotter menyuguhkan sebuah masterclass soal gerak dan tekstur, mengembangkan fur taktil kreasinya dengan palet warna dan siluet baru, sekaligus menampilkan tailoring klasik dalam material yang tak terduga. Setelan berpotongan empuk melenggang di runway berdampingan dengan T-shirt berbulu lembut, celana bertekstur dan trench coat kulit bersabuk yang dipadankan dengan beanie rajut kasual.
Lihat postingan ini di Instagram
Menurut catatan koleksi musim ini, Trotter mengambil inspirasi dari “dialog antara brutalisme dan sensualitas,” menelaah peran keintiman dan proteksi serta bagaimana keduanya bekerja selaras. Di sisi lain, pengaruh nama-nama seperti Maria Callas dan Pier Paolo Pasolini meresap ke dalam koleksi, ditampilkan lewat siluet bernuansa “operatic” dan palet warna yang hidup dan artistik.
Semburat cobalt blue yang berayun lembut, disusul merah terang, hitam nyaris metalik dan deretan fur bermotif menjadi penutup musim ini, dengan setiap tampilan spektakuler terasa lebih mendebarkan dari sebelumnya.
Intip beberapa tampilan paling standout dari koleksi ini dan untuk liputan lebih lengkap soal MFW, simak rekap terbaru kami.


















