Mary Earps buka-bukaan soal seksualitas di otobiografi baru 'All In'
Buka suara soal kehidupan pribadinya dengan caranya sendiri.
Autobiografi pesepak bola Mary Earps berjudul All In: Football, Life and Learning to be Unapologetically Me siap menghiasi rak buku pada 6 November, dan tur persnya telah membuka segudang detail baru tentang Inggris yang menyorot karier dan kehidupannya. Tekanan sebagai kiper nomor satu Inggris, keputusan pensiun mendadak dari tim nasional serta pergulatannya soal kesehatan mental dan citra tubuh telah diulas tuntas di media, namun salah satu topik terbesar adalah ketika ia blak-blakan soal seksualitasnya untuk pertama kalinya.
Dalam wawancara bersama BBC, Earps berbagi bahwa ia bahagia menjalin hubungan dengan seorang perempuan, dan ingin mengungkap bagian hidupnya itu dengan caranya sendiri sebelum bukunya dirilis. Ini salah satu dari sedikit momen ia terbuka soal hidup di luar lapangan; dan menjelang All In mendekati tanggal publikasinya, semakin banyak sisi kehidupan Earps akan terkuak. Ia selalu sedikit misterius namun sangat vokal di dunia olahraga, dan kini ia memilih membuka diri kepada dunia—tetap dengan caranya sendiri, dalam kendalinya.
Terlepas dari drama yang mengiringi tur persnya, keputusannya untuk coming out di usia 32 tahun tidak boleh luput dari sorotan. Di ranah sepak bola dikenal jauh lebih inklusif dibandingkan permainan pria. Namun, meski komunitas LGBTQ+ terwakili dengan baik di olahraga ini, menjadi begitu rentan saat dunia menyaksikan butuh keberanian luar biasa.
Autobiografi Earps akan tersedia secara global di toko buku besar mulai 6 November.
Di kabar lain, koleksi sepak bola terbaru Nike mengusung semangat girl power.















