Obsesi Manikur Diam‑Diam Merusak Kuku Alami Kita
Para ahli kecantikan menjelaskan kenapa sudah saatnya kita merawat kuku seketat skincare routine wajah.
Saat mood board kita semakin penuh dengan desain yang detailnail art yang rumit dan set kuku super panjang bergaya maksimalis, semakin jelas terlihat bahwa kuku alami kita are paying the price. Underneath gel extensions and layers of acrylic, our nails are growing increasingly brittle and damaged, rendering future trips to the salon physically impossible.
sedang menanggung akibatnya. Di balik kuteks gel extension dan lapisan akrilik, kuku kita makin rapuh dan rusak, sampai-sampai kunjungan berikutnya ke salon secara fisik nyaris mustahil.Karena kuku adalah bagian penting dari rutinitas kecantikan kita, kita sering merasa harus terus mengganti tampilan kuku dan mengikuti setiap tren yang lewat di feed. Akibatnya, kuku kita nyaris tak pernah diberi waktu untuk bernapas di sela-sela set.Suzanne Shade, pendiri brand perawatan kuku Bare Hands, menilai bahwa kerusakan yang dialami banyak beauty enthusiast adalah hasil dari trauma kuku berulang. “
Mulai dari pengelupasan yang terlalu agresif, e-filing berlebihan, hingga perendaman acetone terus-menerus, kuku tidak pernah diberi kesempatan untuk pulih. Kita sudah menganggap wajar memperlakukan kuku seolah-olah tak bisa rusak,” ujarnya kepada Hypebae.@calma_floral Lagi mencoba Bare Hands Dry Gloss Manicure kit yang direkomendasikan ke aku oleh @Mariella Tzakis
♬ My Elixir (From the “Priscilla” Original Motion Picture Soundtrack) – Sons of RaphaelSelain itu, Shade melihat bahwa kuku rusak biasanya berawal dari fakta bahwa banyak dari kita sama sekali tidak melakukan perawatan kuku di luar sekadar datang ke salon. “
Kita diajarkan untuk percaya bahwa perawatan kuku hanya terjadi di salon, jadi banyak orang sudah tidak lagi punya skill dasar,” katanya. “Aku menganggapnya seperti makanan: restoran itu hiburan, tapi belajar memasak di rumah adalah hal yang mengubah kesehatanmu dalam jangka panjang.”Karena itu, banyak ahli menyarankan untuk menjalankan rutinitas perawatan kuku demi mencegah kerusakan lebih jauh. Meski Shade menilai kamu tidak harus punya rutinitas 10 langkah, ia menekankan bahwa langkah dasar seperti membentuk kuku dan merawat kutikula adalah fondasi kesehatan kuku.”
Hasil yang sehat sama pentingnya ditentukan oleh apa yang tidak kamu lakukan pada kukumu, seperti halnya apa yang kamu lakukan,” tambahnya.@heireeofficialKalau kamu peduli dengan kukumu, kamu juga harus peduli dengan kutikulamu — ini alasannya:
♬ original sound – HEIRÉEEmily Willett, pendiri brand kuku HEIRÉE, mengatakan bahwa seiring kebiasaan kecantikan kita yang terus berkembang, wajar kalau upaya kita untuk menjaga dan mempertahankan kondisi kuku menjadi sama seriusnya.”
Saat kita mulai menjauh dari enhancement dan produk berlapis-lapis, kita mulai melihat kondisi asli kuku alami kita — dan bagi banyak orang, kuku mereka tidak sekuat atau sesehat yang mereka bayangkan,” ujarnya kepada Hypebae. “Kesadaran itu mendorong lebih banyak perempuan mencari solusi yang berfokus pada kesehatan kuku, bukan sekadar tampilannya.”
Meski godaan untuk mengabaikan tanda-tanda kerusakan saat kamu menginginkan set kuku baru itu besar, para ahli menegaskan bahwa kesehatan kuku harus selalu jadi prioritas utama. Entah kamu dengan sadar memilih memberi kuku waktu istirahat, atau kukumu sudah begitu rusak hingga memaksa kamu berhenti, kini semakin jelas bahwa kuku pantas mendapatkan perhatian sebesar wajah kita.Selagi di sini, baca juga bahasan soal sleepy girl glam FW26 ala Sandy Liang bersama Rare Beauty








