Menelusuri Ode Penuh Nostalgia Lucila Safdie dan Angela Hill untuk Masa Remaja Para Gadis
Duo ini berkolaborasi dalam zine dan pameran terbaru yang menjadi bagian dari Photo London.
Sore berhujan sepulang sekolah sambil berjalan dengan sahabat terbaik menjadi memori kuat bagi banyak orang, dengan ritual keremajaan perempuan yang membentuk bagian intim dari psike kita. Desainer Lucila Safdie dan fotografer sekaligus co-founder IDEA Books Angela Hill berkolaborasi menghadirkan Every Girl for Herself, sebuah zine bernuansa dreamy dan pameran yang diluncurkan di Dover Street Market London, yang dengan tepat menangkap rasa ini. Menjadi bagian dari Photo London 2026, proyek ini menangkap seluruh ritual tumbuh dewasa yang berantakan, intens, dan amat privat.
Seri ini menampilkan gaya intim khas Hill, dengan sahabat keluarga Rose dan Viola sebagai bintang, mengenakan atasan polo bernuansa mid-noughties rancangan Safdie. Bayangkan seragam sekolah British, tapi dalam versi super modis. Dengan teks bernuansa nostalgia karya Marley Wendt yang membahas segala hal, mulai dari gebetan online sampai selfie di kamar, zine ini menjadi perjalanan menyusuri lorong kenangan dalam eksplorasi lembut tentang masa muda perempuan, persahabatan, dan bagaimana mereka merancang gaya diri. Mengaburkan batas antara realisme dokumenter dan nostalgia yang disusun dengan saksama, karya ini merefleksikan momen melayang seusai sekolah dan performa sunyi keremajaan yang diam-diam membentuk identitas di balik pintu tertutup.
Yang paling seru? Kamu bisa langsung mendapatkan zine edisi terbatas dan polo “Every Girl for Herself” itu di DSM. Kalau kamu tidak sempat datang ke tokonya, polo tersebut juga bisa diburu lewat website Lucila Safdie. Pamerannya dapat dinikmati dari 14 hingga 17 Mei.
Di kabar lain, simak debut Dior cruise show garapan Jonathan Anderson.



















