Facial Berbasis Data Ini Punya Daftar Tunggu Panjang—Ini Alasannya
Kami mencoba Aesthetica Skin Lab Facial yang ultraeksklusif.
Seiring rutinitas perawatan kulit kita kian spesifik, personalisasi pun merambah setiap aspeknya. Alih-alih berpegang pada pendekatan usang yang seragam untuk semua orang, kita kini belajar memahami jenis kulit masing-masing dan menyusun rotasi produk yang hanya berisi bahan paling efektif untuk mengatasi kebutuhan spesifik kulit. Karena itu, perawatan wajah tradisional terkadang belum mampu memberikan hasil yang benar-benar kita cari.
Memimpin tren perawatan kulit personal, Aesthetica Skin Lab (ASL) mengkhususkan diri pada perawatan wajah berbasis data dan sains. Kliennya antara lain Alix Earle dan Martha Stewart, sementara daftar tunggunya seolah tak pernah habis. Selain merancang program perawatan yang sangat spesifik, ASL juga mengutamakan hasil jangka panjang ketimbang efek sesaat. Meski saya menyukai sesi spa, belum pernah saya menjalani perawatan wajah sedetail ini—tentu saya penasaran melihat hasilnya.
Dear Diary, Berkenalan dengan Aesthetica Skin Lab Facial
Cocok untuk: Perawatan personal, hasil jangka panjang
Harga: Mulai dari US$350, pemesanan melalui situs web brand
Nilai: A
Catatan dari Ahli
Dirancang khusus untuk kebutuhan kulit tiap individu, Aesthetica Skin Lab Facial diawali dengan pemindaian VISIA dan pemeriksaan hidrasi berstandar medis untuk memetakan kondisi kulit. Setelahnya, perawatan dilanjutkan dengan rangkaian yang sepenuhnya dipersonalisasi. ASL memanfaatkan teknologi analisis kulit wajah terkini untuk memantau kesehatan kulit serta melengkapi perawatan dermatologis, dengan menjaga dan memperkuat kulit seiring pertambahan usia. Tujuannya adalah memperkuat lapisan pelindung kulit, meningkatkan hidrasi dan elastisitas, mengurangi peradangan, serta menjaga kesehatan kolagen dalam jangka panjang.
Menurut Dr. Chelsea Hoffman, setelah pemindaian VISIA, protokol personal ini dimulai dengan Laser Genesis. Perawatan noninvasif tersebut menggunakan panjang gelombang 1064 nd:YAG untuk menghangatkan dermis secara lembut, merangsang kolagen, serta menargetkan pembuluh darah kecil dan pigmen guna mengurangi kemerahan. “Saya suka Laser Genesis karena waktu pemulihannya singkat, bahkan nyaris tidak ada,” ujarnya kepada Hypebae. “Setelahnya, kulit memang sedikit memerah dan bengkak, tetapi dalam beberapa jam atau menjelang akhir hari, tampilannya sudah hampir kembali normal.” Dr. Hoffman juga menjelaskan bahwa penggunaan laser sebelum perawatan wajah dilakukan dengan sengaja. “Jika dilakukan sebelum perawatan wajah, laser justru meningkatkan penyerapan berbagai bahan, sehingga bekerja sangat baik bersama sejumlah bahan aktif yang kami gunakan dalam perawatan.”
Selanjutnya, rencana perawatan disusun dalam beberapa tahap berdasarkan hasil analisis kulit. Untuk saya, rangkaiannya mencakup HydraFacial untuk membersihkan dan menghidrasi kulit, spatula ultrasonik untuk eksfoliasi lembut, alat mikroarus untuk mengencangkan kulit, serta elektroporasi untuk memasukkan asam hialuronat sambil membuka pori-pori agar penyerapan lebih dalam. Ada pula terapi cahaya LED, terapi oksigen, dan masker jeli NAD sebagai tahap akhir untuk menghidrasi sekaligus mengencangkan pori-pori. Dr. Hoffman menuturkan, urutan ini memberikan efek bercahaya seketika sekaligus perbaikan berkelanjutan pada tekstur, elastisitas, dan kesehatan kolagen jika dilakukan secara rutin.
Catatan Harian
Meski cukup memahami perawatan kulit, saya belum pernah menjalani pemindaian VISIA. Sebagai tahap pertama perawatan, proses ini benar-benar menentukan arah seluruh pengalaman saya. Pemindaiannya sendiri tidak mengintimidasi dan, di luar dugaan, tidak memakan waktu lama. Namun, hasil visualnyalah yang paling menarik perhatian saya. Selain menampilkan “TruSkin Age”—usia kulit saya ternyata lima tahun lebih muda daripada usia sebenarnya—alat ini juga menghitung persentase kerutan, noda, tekstur, pori-pori, dan banyak lagi. Informasi tersebut bukan hanya membantu saya memahami perubahan yang perlu dilakukan dalam rutinitas perawatan kulit, tetapi juga menunjukkan fokus perawatan wajah personal saya.
Laser Genesis pun menjadi pengalaman yang sepenuhnya baru bagi saya. Dr. Hoffman memberi tahu bahwa kulit saya akan terasa hangat dan sedikit geli. Meski sempat gugup pada awalnya, sensasi itu perlahan terasa menenangkan. Kulit saya terkadang sensitif, tetapi saya nyaris tidak merasakan iritasi. Setelah laser, saya menjalani perawatan wajah enam tahap yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit saya, dari denyut listrik hingga masker peel-off. Dibandingkan perawatan wajah standar yang pernah saya coba, tahap perawatannya saja jauh lebih menyeluruh daripada yang biasa saya alami.
Hasil Pengamatan Saya
Seperti kebanyakan perawatan wajah, efek glass skin langsung terlihat setelah sesi selesai. Kulit tidak hanya terasa lembut saat disentuh, tetapi juga berubah dari kusam dan tampak lelah menjadi bercahaya serta terhidrasi. Setelah membiarkan produk meresap sempurna selama beberapa jam, saya melihat sedikit pengelupasan di sekitar mata dan pipi. Namun, itu cukup wajar mengingat banyaknya tahapan perawatan yang saya jalani. Meski saya senang melihat wajah tampak segar setelah perawatan, saya justru lebih menantikan hasil yang akan terlihat dalam beberapa hari berikutnya.
Saya mungkin tidak datang ke Aesthetica Skin Lab dengan daftar panjang keluhan kulit, tetapi dalam seminggu setelah perawatan wajah, saya benar-benar melihat perubahan positif pada kulit. Hasil seperti berkurangnya komedo berkat dermascraping dan tambahan kelembapan dari masker jeli langsung terlihat. Sementara itu, kulit yang terasa lebih halus dan warna kulit yang lebih merata baru saya sadari belakangan. Dr. Hoffman mengatakan bahwa perubahan jangka panjang akan makin nyata seiring waktu dan kunjungan berulang. Mengetahui masih ada hasil lain yang akan menyusul, saya pun merasa semakin puas dengan hasilnya.
Salam, Hypebae
Jika Anda memiliki kebutuhan perawatan kulit spesifik yang tidak dapat diakomodasi oleh kebanyakan perawatan wajah, Aesthetica Skin Lab Facial mungkin layak dipertimbangkan. Pemindaian VISIA akan menjawab berbagai pertanyaan Anda tentang kondisi kulit, sementara Laser Genesis memberikan kesegaran yang dibutuhkan kulit sekaligus mempersiapkannya untuk perawatan personal bertahap yang menyusul. Namun, harganya memang cukup mahal dan intensitasnya jauh melampaui perawatan wajah standar selama 60 menit. Meski begitu, bila kedua hal tersebut bukan kendala bagi Anda, pengalaman ini cukup informatif dan memuaskan untuk membuat daftar tunggunya terasa sepadan.



















