Haruskah Kamu Ganti Gua Sha dengan Gadget Elektrik Baru Ini?
Kami mencoba langsung Depuffi Tool terbaru dari Shark Beauty.
Berkat lanskap kecantikan online saat ini, gua sha telah bertransformasi dari praktik pengobatan tradisional Tiongkok kuno menjadi simbol gaya hidup sehat ala cool girl. Hasilnya, skincare tools dalam segala bentuk sedang sangat digandrungi. Mulai dari alat microcurrent yang menstimulasi otot wajah hingga masker LED untuk wajah yang menjanjikan manfaat anti-aging, tak terhitung banyaknya gawai dan alat canggih yang bisa ditambahkan ke rutinitas skincare kita. Namun, karena dunia skincare sudah begitu sesak, semakin sulit rasanya membedakan mana yang benar-benar layak untuk diinvestasikan.
Secara pribadi, aku merasa gua sha tradisional sudah sangat pas untuk rutinitas harianku. Meski aku menikmati sesekali LED light therapy dan momen microcurrent saat facial di spa, aku tidak pernah benar-benar mencari alat serupa untuk dipakai di rumah. Terutama karena gua sha-ku sudah menjadi cara yang cukup simpel dan efektif untuk mengurangi bengkak serta membentuk kontur wajah seiring waktu. Jadi, ketika aku mendengar tentang inovasi Shark Beauty terhadap alat wajah klasik ini, aku langsung penasaran ingin tahu bagaimana performanya dibandingkan batu andalanku.
Dear Diary, Kenalan dengan Shark Beauty Depuffi Tool
Paling cocok untuk: Pengguna gua sha berpengalaman, yang ingin membantu drainase limfatik
Harga: US$200 di situs resmi brand
Nilai: B+
Catatan dari Pakar
Menurut dokter bedah plastik Beverly Hills dengan dua sertifikasi papan, Dr. Maryam Zamani, Shark Depuffi Tool pada dasarnya adalah versi high-tech dari gua sha biasa. Alat skincare bermotor ini memiliki pengaturan dingin dan hangat lewat permukaan logam berlekuk yang didesain untuk meluncur di wajah dan leher — meniru mekanisme gua sha tradisional sambil menghilangkan repotnya bolak-balik ke kulkas.
“Keuntungan memiliki alat bermotor seperti ini adalah, kalau kamu tidak punya akses ke kulkas — misalnya saat bepergian — atau alat tradisionalmu kehilangan efek dinginnya setelah beberapa saat, perangkat ini menghasilkan rasa dingin lewat motor dan sistem ventilasinya sendiri, jadi efeknya terus-menerus,” jelasnya kepada Hypebae. Bagi mereka yang sudah setia pada ice roller atau batu giok, Dr. Zamani menegaskan bahwa hasil serupa tetap bisa dicapai dengan alat konvensional, selama kamu mau melakukan persiapan ekstra.
Namun, menurut Dr. Zamani, yang benar-benar membedakan Shark Depuffi adalah fungsi hangatnya — yang cukup sulit ditemukan pada alat rumahan lain. Jika mode dingin diklaim membantu menyempitkan pembuluh darah sekaligus mengurangi bengkak dan puffiness, fitur hangat justru melakukan kebalikannya, membuka pembuluh untuk meningkatkan sirkulasi dan drainase limfatik sekaligus memaksimalkan penyerapan produk. Dr. Zamani merekomendasikan penggunaan mode dingin di pagi hari untuk menyegarkan wajah dengan cepat dan menyimpan mode hangat untuk malam hari, karena bisa sekaligus menjadi ritual relaksasi sebelum tidur. Untuk menghindari iritasi, ia juga menyarankan menunda memadukan retinol atau bahan aktif lain dengan mode hangat sampai kulit punya cukup waktu untuk beradaptasi.
Catatan Diary
Dengan semua yang dijelaskan Dr. Zamani di benakku, aku menggunakan Shark Depuffi Tool dengan cara yang sama seperti gua sha biasa. Pertama, menyiapkan kulit terlebih dulu memastikan alat bisa meluncur mulus tanpa gesekan, jadi aku selalu memastikan kulitku terhidrasi dengan baik setiap kali memakai Depuffi. Setelah cleanser, toner, serum dan moisturizer, aku menggerakkan alat ke seluruh wajah dengan gerakan ke atas untuk membantu mengalirkan cairan dari wajah. Untuk leher, aku mengikuti saran Dr. Zamani dan menggerakkan alat ke arah bawah untuk menenangkan otot sekaligus mendorong drainase limfatik.
Soal pengaturan suhu, saran Dr. Zamani memang tepat: mode hangat terasa seperti tambahan yang menenangkan untuk ritual malamku, sementara mode dingin benar-benar membangunkan kulit di pagi hari. Ditambah lagi, langsung beralih ke mode dingin setelah beberapa kali usapan dengan mode hangat membuatku merasa jauh lebih segar setelah tidur yang kurang nyenyak. Setelah digunakan, aku selalu mengelap alat ini, karena memang perlu dibersihkan secara menyeluruh dan rutin untuk menghindari perpindahan bakteri. Setelah memakai Depuffi secara konsisten selama sekitar dua minggu, aku bisa bilang hasilnya cukup sebanding dengan gua sha-ku yang biasa.
Yang Aku Rasakan
Di atas segalanya, hal pertama yang langsung kurasakan adalah betapa beratnya Depuffi di tangan. Aku sudah memperkirakan alat ini akan sedikit lebih berat dari gua sha biasa karena membutuhkan motor untuk memanaskan/mendinginkan, tapi aku tidak menyangka perbedaannya sejauh itu. Untungnya, tidak butuh banyak tenaga untuk menggesernya di wajah, meski perlu sedikit adaptasi di awal. Di luar itu, menurutku pengaturan suhu ini adalah cara yang praktis untuk mendapatkan manfaat yang tidak bisa kudapat dari gua sha biasa yang hanya bersuhu ruang. Mengejutkannya, butuh waktu sangat singkat bagi masing-masing mode untuk mulai bekerja, jadi tidak menambah durasi rutinitas skincare harianku.
Meski kamu mungkin mengira gua sha bermotor bisa mempercepat hasil, kenyataannya tidak sepenuhnya begitu. Pada dasarnya, Depuffi menggunakan teknik yang persis sama seperti gua sha tradisional — artinya butuh waktu yang sama lamanya untuk melihat perubahan visual pada kulit. Bagiku, alat ini cukup sigap mengurangi puffiness dan meredakan ketegangan. Jadi, meski tidak sefuturistik kelihatannya, jelas ini merupakan upgrade dari apa yang selama ini kupakai.
Salam hangat, Hypebae
Kalau kamu sudah rajin pakai gua sha dan tidak keberatan merogoh kocek untuk beberapa pengaturan ekstra, Shark Beauty Depuffi adalah alat yang pas untukmu. Tidak seperti perangkat lain yang bisa terasa mengintimidasi dan asing, Depuffi akan terasa natural bagi siapa pun yang sudah familiar dengan gua sha. Alih-alih membuang waktu menunggu batu mendingin di kulkas, alat ini hampir seketika berubah suhu dan bisa berganti dari dingin ke panas dengan sama cepatnya. Memang, ini bukan alat mukjizat — tapi bagi seseorang yang belum pernah benar-benar melangkah jauh melampaui gua sha, Depuffi terasa seperti porsi teknologi yang pas tanpa berlebihan.



















