Di Petsa Buktikan Siapa Sang Ratu di SS27
Dengan model hamil, bayi, dan bra menyusui di atas runway.
Runway Di Petsa untuk Musim Semi/Musim Panas 2027 mengangkat tema keibuan menjadi sebuah pertunjukan magis, lengkap dengan bayi di runway, Leigh-Anne Pinnock yang tengah hamil, serta para model yang bermandikan pancuran ASI.
Bagi sang desainer, keibuan adalah sesuatu yang melampaui tindakan menghadirkan kehidupan baru ke dunia. Koleksi bertajuk “HOLY MILK” ini mengeksplorasi berbagai versi diri yang kita bawa, lepaskan, dan pada akhirnya kita wujudkan, menjadikan runway sebagai ritual transformasi.
Koleksi ini berangkat dari susu, baik sebagai substansi fisik maupun simbol keibuan, sensualitas, dan pembaruan. Gagasan tersebut hadir lewat palet putih, lapisan transparan, serta sentuhan akhir berkilau, dengan siluet pengantin berdampingan dengan draping yang mengikuti lekuk tubuh, renda halus, dan kulit yang terekspos. Biru tua, hitam, serta emas cair menyela kelembutan itu dan memberi nuansa yang lebih dramatis.
Seperti biasa dalam karya Di Petsa, tubuh menjadi pusat perhatian. Jersey ber-draping melekat pada tubuh para model, sementara lapisan tipis transparan menyingkap apa yang ada di baliknya, menciptakan ketegangan antara menyembunyikan dan menampilkan. Efeknya nyaris bernuansa pengantin, sementara referensi khasnya pada para dewi menghadirkan suasana yang begitu menggugah indra.
Lewat kolaborasi dengan Awe Inspired, perhiasan menjadi perpanjangan dari busana. Mutiara, rantai, batu, dan motif matahari dikenakan langsung di atas kulit. Karya “WET” khasnya menggemakan ketertarikan Petsa pada air, sedangkan choker skulptural dan anting menjuntai menghadirkan nuansa yang lebih seremonial.
Namun, tontonan sesungguhnya hadir lewat pertunjukan itu sendiri. Para ibu, model hamil, dan model yang membawa gelas berisi susu bergerak melintasi lanskap surealis tentang air dan transformasi. Puncaknya, sebuah bra menyusui skulptural mengalirkan semburan susu ke runway dan membasahi kepala para model yang duduk di bawahnya.
Lewat “HOLY MILK”, Petsa mendorong mode melampaui sekadar busana dan menjadikan peragaan ini sebagai perenungan tentang keibuan, tubuh, serta proses yang berantakan dan terus berlangsung untuk menjadi sosok baru. Lihat beberapa tampilannya di atas, lalu kunjungi situs web brand tersebut untuk informasi selengkapnya.
Untuk liputan London Fashion Week lainnya, simak peragaan SS27 favorit kami di sini.