Deretan Kolaborasi yang Mendefinisikan Era Streetwear Umbro
Merek pakaian olahraga asal Inggris ini telah bertransformasi menjadi salah satu kolaborator paling trendi di industri mode saat ini. Berikut adalah koleksi yang membantunya mencapai posisi tersebut.
Jika berbicara tentang kolaborasi, tidak ada yang melakukannya seperti Umbro. Sempat dikenal sebagai merek di balik seragam sepak bola dan setelan *tracksuit* tim favorit semua orang, selama beberapa tahun terakhir, raksasa pakaian olahraga asal Inggris ini mulai merambah ranah yang lebih modis. Koleksi *vintage* Umbro kini menjadi salah satu *grail* paling diburu di skena *streetwear*, mulai dari jersei Manchester United dan Inggris era ‘90-an hingga celana *track* berpotongan ekstra *oversized*. Melalui tangan dingin sejumlah visioner mode dan streetwear ternama, Umbro menyulap desain arsip lawasnya menjadi busana esensial bergaya modern—jawaban sempurna bagi kita yang tidak bisa mendapatkan jersei incaran di Vinted.
Seni berkolaborasi ini sukses memperkenalkan Umbro kepada audiens yang sebelumnya mungkin tidak familier dengan merek tersebut maupun sejarah panjangnya di dunia olahraga. Strategi ini membantu melambungkan reputasi Umbro jauh melampaui lapangan hijau, menjadikannya favorit di kalangan figur-figur paling ikonis di industri mode.
Berkat kolaborasi yang sering dilakukan bersama label *streetwear* ternama dan merek mode yang memiliki etos serupa, desain Umbro telah diinterpretasikan ulang dalam berbagai gaya yang tak terhitung jumlahnya. Berikut adalah sejumlah kolaborasi terbaik yang menandai era *streetwear* baru dari merek ini.
Stine Goya
Membawa sentuhan estetika mode *Scandi Girl* ke dalam busana olahraga, kolaborasi Umbro x Stine Goya berhasil menjadi salah satu favorit kami. Merilis koleksi kedua mereka pada awal tahun ini, sinergi ini sangat menonjolkan elemen detail: renda *doily* yang disematkan di belakang logo ikonis Umbro, grafis lukisan tangan yang artistik, serta palet warna bersaturasi tinggi.
Slam Jam
Kemitraan berkelanjutan dengan Slam Jam menjadi salah satu momen paling ikonis. Boleh dibilang sebagai katalis terbesar di balik popularitas instan Umbro di kancah *streetwear*, koleksi jaket bertopeng dan *hoodie* yang digarap oleh label asal Italia ini sempat viral di internet dan masih menjadi barang buruan para kolektor meski sudah dirilis beberapa tahun silam.
Pikol Clothing
Dalam kemitraan terbarunya, Pikol Clothing mengambil langkah yang berbeda dari ciri khas setelan *tracksuit* dan jersei *oversized* yang biasa kita lihat dalam kolaborasi Umbro, dengan menginterpretasikan warisan sepak bola lewat sentuhan yang lebih *understated*. Sangat kental dengan nuansa desain sepak bola *vintage*, koleksi ini mengeksplorasi enam dekade perjalanan olahraga tersebut, mulai dari era 1940-an hingga 1990-an.
Palace
Kolaborasi Palace dan Umbro terasa begitu sempurna. Bergabung dengan label asal London yang memang tenar dengan desain terinspirasi dari sepak bola, kemitraan ini menghadirkan sederet koleksi *tracksuit* dalam balutan warna yang merepresentasikan beberapa tim paling ikonis dalam olahraga tersebut. Menyempurnakan gaya santai bergaya *off-duty* khas pesepak bola, rangkaian pakaian pemanasan, jersei, topi, hingga aksesori lainnya sukses mendapatkan validasi gaya dari Umbro.
LC23
Sebagai kolaborasi bertema Piala Dunia yang membuktikan bahwa Umbro lebih dari sekadar pembuat jersei, LC23 sukses mengeksekusinya dengan gemilang. Membedah koneksi unik antara Inggris dan Italia, serta memori personal sang desainer, Leo Collacico, terhadap tim nasional Inggris di Piala Dunia 1990, koleksi ini menampilkan kemeja berpotongan *tailored* dengan aksen *layering* yang terinspirasi oleh *The Three Lions*.
Supreme
Setiap kali Supreme mengumumkan perilisan koleksi terbaru, para pencinta mode pasti akan menantikan kolaborasi kejutan di dalamnya. Kini, Umbro telah menjadi mitra andalan bagi label asal New York tersebut. Setelah menjalin kerja sama selama bertahun-tahun, duo ini konsisten menghadirkan inovasi, mulai dari *tracksuit* berbahan velour dalam rona warna yang berani hingga koleksi busana rajut yang tak akan lekang dari ingatan para *fashion enthusiast*.
Crocs
Ini adalah sinergi brilian dari dua merek yang sama-sama gemar berkolaborasi. Membawa nuansa lapangan hijau langsung ke kaki kita, dua varian *clog* klasik Crocs tampil beda dengan fitur esensial sepatu bola: lidah yang bisa dilipat. Terinspirasi dari sepatu *cleat* bergaya retro, sepatu ini makin distingtif berkat sematan Jibbitz bernuansa *sporty* seperti kartu merah dan kuning, peluit wasit, serta logo ikonis Umbro.