Alysa Liu Membuat Kita Jatuh Cinta Lagi pada Figure Skating
Sang Olympian mengubah permainan—baik di dunia olahraga maupun kecantikan—tahun ini.
Alysa Liu baru saja menorehkan sejarah di ajang Winter Olympics, menjadi orang Amerika pertama yang meraih emas di nomor tunggal putri figure skating sejak 2002 — dan ia melakukannya dengan penuh gaya. Berbalut kostum emas dengan senyum khas dan tindik frenulum yang terpampang jelas, penampilan bak dongeng ala Liu ini berarti jauh lebih besar dari sekadar satu medali lagi bagi Team USA. Kisahnya jauh melampaui arena es, dan justru cerita itulah yang membuat dunia jatuh hati pada seorang figure skater berusia 20 tahun asal Oakland.
Liu adalah salah satu skater terhebat di generasinya, menjadi juara nasional tunggal putri termuda dalam sejarah Amerika Serikat pada usia baru 13 tahun. Memecahkan rekor dan menulis sejarah seolah sudah menjadi nalurinya, tetapi di usia 16 tahun ia mengumumkan pensiun, menegaskan bahwa hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk figure skating dan kini ia ingin menemukan dirinya di luar olahraga tersebut. Dua tahun kemudian, ia kembali menguasai arena es — namun kali ini sepenuhnya dengan caranya sendiri.
Para figure skater biasanya tampil dengan gaya yang seragam: ultra-feminin dan lembut. Jadi ketika Liu kembali dengan rambut halo ala tree ring dan berbagai tindikan, itu terasa seperti penanda pergeseran besar di dunia olahraga ini. Salah satu skater terbaik dunia adalah seorang alt girl dari Bay Area — sesuatu yang belum pernah terlihat di level setinggi ini. Program free skate yang mengantarkannya pada medali emas pun merefleksikan perubahan itu. Menari di atas es dengan musik pilihannya sendiri — Laufey, tentu saja — dan membuat penonton merinding di setiap putaran dan lompatan axel, kebahagiaannya di panggung sebesar itu terasa menular.
Para penggemar terus menyala-nyalakan dunia maya sejak ia melompat kegirangan di podium, menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa kamu bisa makan apa yang kamu mau, berpakaian sesukamu, dan tampil sepenuhnya sebagai diri sendiri tanpa mengorbankan performa. Liu tengah mengubah lanskap bagi generasi setelahnya, dan ketika halo hair serta tindik smiley mendunia tahun ini, ingat siapa yang pertama menjadikannya standar emas.
Sementara itu, Stella Jean menjual kit Winter Olympics milik Team Haiti yang sempat viral itu.








