Lagi Hype, Sih: Apa Sih Fungsi Green Setting Powder?
Kami ngobrol dengan para ahli kecantikan soal produk kontroversial yang lagi muncul di mana-mana ini.
Setting powder adalah andalan di rutinitas makeup kita, jadi ketika brand-brand yang membuat produk favorit kita mulai menghadirkan shade baru yang penuh warna, kita jelas harus menaruh perhatian. Terutama ketika baikHuda Beauty maupun Laura Mercier merilis versi hijau dari loose setting powder kultus andalan mereka. Bagi banyak pengguna TikTok, produk ini justru memunculkan banyak pertanyaan — yang paling mendesak: apakah memang ada yang benar-benar membutuhkan green setting powder?
Singkatnya, green setting powder diciptakan untuk menetralkan kemerahan. Sama seperti bedak pink yang berfungsi mencerahkan dan bedak oranye yang menjanjikan efek menetralkan perubahan warna kulit, green setting powder memang ditujukan untuk kebutuhan yang sangat spesifik. Shanzey Al-Amin, sales and education manager di Sephora Collection, mengatakan bahwa para pencinta kecantikan yang berhadapan dengan rosacea, jerawat, dan kulit sensitif kerap mengandalkan produk complexion berwarna hijau untuk menetralkan tampilan kulit mereka. “Saat digunakan dengan benar, produk ini tidak terlihat hijau di kulit. Sebaliknya, hasilnya membuat warna kulit tampak lebih seimbang dan merata sambil tetap membiarkan rona alami kulit terlihat,” ujarnya kepada Hypebae.
@.misst @Huda Beauty Matcha Milkshake memang tidak ditujukan untuk semua orang!#hudabeauty #newmakeup #professionalmakeupartist #beauty #makeuptips ♬ This Is The Life Demo Hannah Montana – out of context hannah montana
Meski kehadiran bedak hijau mungkin membuat sebagian orang mengernyit, para pakar kecantikan mengatakan bahwa ini bukan hal baru di ranah color correcting. Di saat yang sama, Al-Amin menilai maraknya green setting powder saat ini sangat mencerminkan arah industri kecantikan masa kini. “Kami sedang melihat pergeseran dari coverage tebal ke koreksi yang lebih strategis. Green setting powder menawarkan pendekatan yang lebih halus dan berfokus pada kulit, di mana tujuannya bukan menutupi kemerahan dengan lapisan foundation, melainkan menetralkannya secara mulus,” jelasnya kepada Hypebae. “Seiring naiknya tren makeup ‘second skin’ dan rutinitas viral yang menonjolkan base minimal, bedak-bedak ini terasa sekaligus inovatif dan selaras dengan estetika saat ini.”
Tak heran, bedak hijau pun memicu cukup banyak perdebatan di TikTok. Sebagian pengguna menilai produk ini tidak inklusif untuk semua warna kulit, sementara yang lain berargumen bahwa produk ini memang ditujukan untuk audiens tertentu saja. ““Banyak produk color correcting yang dipasarkan sebagai produk universal, padahal kenyataannya hanya bekerja di kulit terang dan mungkin medium, yang terasa sangat membatasi,” ujar celebrity makeup artist Kasey Spickard . Meski klaim universal yang tidak tepat jelas menjengkelkan, pada dasarnya green setting powder memang diciptakan untuk mengoreksi kemerahan.
@hudabeautyMengoreksi kemerahan kini jauh lebih mudah dengan Easy Bake shade Matcha Milk Cake 🍵♬ original sound – Huda Beauty
Karena itu, Spickard menegaskan bahwa produk complexion berwarna hijau bukan sekadar tren kecantikan TikTok biasa — melainkan hadir untuk satu fungsi spesifik. ““Menurut saya, orang-orang mencoba memakai bedak hijau dengan cara yang sama seperti mereka memakai bedak pink yang viral, padahal kegunaannya berbeda. Produk ini tidak bisa dipakai layaknya loose setting powder lain untuk mencerahkan area bawah mata. Ia benar-benar produk korektif dengan kegunaan yang sangat spesifik,” jelasnya kepada Hypebae.
Meski sedikit mengecewakan ketika tahu bahwa sebuah produk yang sedang ramai dibicarakan mungkin tidak dibuat untuk semua orang, makeup educator Rose Siard mengatakan bahwa kuncinya adalah menemukan produk yang tepat untuk menjawab concern kulit Anda sendiri. “Saya paham rasa frustrasi ketika sebuah produk ternyata tidak relevan dengan kebutuhan seseorang. Setiap orang punya concern yang berbeda. Kita hanya perlu memahami sebenarnya [produk-produk ini] dibuat untuk apa,” jelasnya.



















