Milk Makeup Ubah Formula 10 Tahun Lalu Jadi Terasa Benar-Benar Baru
Kami berbincang dengan salah satu pendiri, Zanna Roberts Rassi, tentang kembalinya lini Sticks yang jadi favorit kultus.
Satu dekade setelah diluncurkan, Milk Makeup bukan sedang berganti citra—melainkan menemukan kembali dirinya. Lahir di pusat Kota New York, merek ini pernah menjadi simbol kecantikan era 2010-an, ketika hiruk-pikuk keseharian mulai membentuk rutinitas yang nyata. Kini, di tengah konsumen yang kian sadar dan deretan merek baru yang tak ada habisnya berusaha bertahan melampaui algoritma, Milk kembali pada hal yang terbukti berhasil.
Estetika editorial dan filosofi serbapraktis yang melahirkan Milk Makeup menjadi inti peluncuran terbesarnya tahun ini. Selain meluncurkan kembali koleksi andalan Sticks secara menyeluruh, Milk juga memperkenalkan Line + Fill, inovasi bibir baru yang memadukan presisi lip liner dengan warna intens lipstik. Bagi salah satu pendirinya, Zanna Roberts Rassi, peluncuran ini bukan sekadar pembaruan kemasan, melainkan perombakan total kategori yang paling dicintai penggemar. Yang terpenting, Milk menegaskan DNA-nya tak berubah—hanya berevolusi agar semakin selaras dengan kebutuhan penggemar rias masa kini.
Peluncuran lengkap ini hadir tepat pada perayaan ulang tahun Milk yang ke-10. Bersama Sticks versi terbaru, Line + Fill memperluas filosofi Milk tentang produk berperforma tinggi yang dirancang untuk jadwal padat. Tersedia dalam sepuluh warna serbaguna, produk multifungsi ini memiliki formula lembut dan matte, dengan ceramide, lidah buaya, minyak biji rasberi, serta minyak alpukat yang terus menjaga kelembapan bibir. Jajaran Stick lainnya pun mendapat pembaruan tak kalah signifikan, berkat asam hialuronat, minyak biji jojoba, ekstrak bunga delima, dan ceramide dalam formula yang melembapkan sekaligus memberi warna. Rangkaian yang diperkenalkan kembali ini mencakup stik bronzer, stik kontur bernuansa dingin, stik multifungsi untuk bibir dan pipi beserta versi baru berakhir buram, serta stik highlighter yang berfokus pada efek bercahaya.
Karena Sticks turut membentuk identitas Milk Makeup sejak awal, menghadirkannya kembali dalam versi yang lebih lengkap menjadi tonggak penting. Bagi penggemar awal merek ini, era baru Milk mungkin tampak sedikit berbeda, tetapi sama sekali bukan perubahan arah. Di industri yang dipenuhi peluncuran baru dan penghentian produk, Milk kembali mengingatkan alasan ia hadir sejak awal: menciptakan produk yang bekerja secepat kita—baik saat berdesakan di dalam taksi menuju tujuan, maupun ketika punya waktu berjam-jam untuk bersiap.
Berikut perbincangan kami dengan salah satu pendiri Milk, Zanna Roberts Rassi, tentang peluncuran kembali jajaran Sticks yang menjadi favorit kultus serta film mendatang yang terinspirasi oleh era baru Milk.
Tentang Merancang Peluncuran Baru
Sticks praktis sudah menjadi bagian dari Milk Makeup sejak hari pertama, tepatnya sepuluh tahun lalu. Kami bangga menjadi salah satu pelopor yang membantu memopulerkan kategori ini, tetapi kali ini kami ingin menciptakannya kembali. Masih banyak ruang bagi Sticks untuk bekerja lebih optimal. Jadi, kami kembali ke meja perancangan. Formula baru ini harus menemukan titik ideal yang nyaris mustahil—cukup lembut agar mudah dibaurkan, cukup berpigmen agar warnanya nyata, dan cukup tahan lama untuk bertahan. Semua produk harus bisa dilapis tanpa menggeser riasan di bawahnya, dan itu jauh lebih sulit daripada kedengarannya. Kami membutuhkan satu tahun penuh untuk menemukan keseimbangan tersebut, tetapi akhirnya berhasil.
Milk Makeup sejak awal selalu mengutamakan [being fast and lasting], dan Line + Fill menghadirkan fungsi serupa untuk bibir. Produk ini memadukan lip liner, kontur, dan warna bibir penuh dalam satu kemasan, dengan formula matte lembut yang memungkinkan Anda membingkai, mengisi, atau melakukan keduanya. Kampanye terbarunya pun mengusung gagasan yang sama. Produk-produk ini hadir dalam keseharian Anda—serbacepat, terus bergerak, dan berjiwa New York.
Tentang Membayangkan Kembali Jajaran Sticks Favorit Kultus
Ini bukan sekadar pembaruan kemasan, melainkan perombakan total. Kami memikirkan ulang tampilan, sensasi, dan kinerja seluruh jajaran produk ini. Beberapa sorotannya: ukuran setiap Stick bertambah dari 6 gram menjadi 8 gram, artinya 33% lebih banyak produk. Ujung stik kini berbentuk kubah, sehingga sapuannya lebih halus dan terkontrol, alih-alih terasa datar dan menyeret. Tutupnya disesuaikan dengan warna produk, jadi Anda tak perlu mengaduk-aduk tas sambil menebak warna. Kini juga ada penutup berbunyi klik—detail kecil, tetapi ketika produk ini tersimpan di tas jinjing Anda selama bertahun-tahun, bunyi klik itu penting. Dari segi formula, levelnya jauh meningkat. Anda akan langsung merasakannya saat mengaplikasikan produk ini—sangat lembut dan mudah dibaurkan. Kami meningkatkan kadar pigmennya dan menambahkan bahan-bahan yang membuat hasilnya bertahan hingga delapan jam.
Tentang Hal yang Dapat Dinantikan Penggemar Sticks Orisinal
Jumlah Stick bertambah dari 24 menjadi 32, jadi pilihannya jauh lebih banyak. Namun, sorotan utamanya adalah Blur: delapan warna baru dengan hasil akhir matte berfokus lembut. Bayangkan warna yang terbaur tanpa garis tegas, hanya semburat lembut yang bisa digunakan pada pipi dan bibir. Satu Stick, beberapa sapuan, dan tampilan Anda pun lengkap—di antara gaya no-makeup makeup dan full glam. Hasil akhirnya matte, tetapi tidak tampak datar atau seperti bedak; formulanya tetap lentur dan terasa hidup. Dari sisi formula, inilah karakter Milk dalam puncaknya: hasil warna nyata tanpa mengorbankan sensasi yang mengutamakan perawatan kulit, serta benar-benar tahan lama.
Tentang Evolusi Merek
Milk lahir di Milk Studios, di pusat Kota New York—ruang kerja nyata yang hidup dan dipenuhi energi kreatif, bukan ruang rapat pemasaran. Merek ini berangkat dari kebutuhan nyata di lokasi produksi. Kami menyaksikan perias terbaik dunia bekerja cepat dan intuitif—menggunakan lipstik di pipi, bronzer sebagai eyeshadow, apa pun yang bisa menyelesaikan riasan dalam lima menit. Kami ingin merangkum seni merias yang bebas pakem itu ke dalam produk yang dapat digunakan siapa saja, di mana saja, kapan saja. Tanpa ribet.
Energi itu masih hadir dalam semua yang kami buat, [from] mulai dari produk, kampanye, video, hingga naskah. Itulah semangat kota asal kami, dan itu tak pernah berubah. Yang berubah adalah eksekusinya, bukan filosofinya. Sepuluh tahun lalu, kami turut menciptakan kategori ini. Kini, kami mendorongnya agar bekerja lebih optimal bagi konsumen yang lebih sibuk dan lebih selektif daripada satu dekade lalu. Peluncuran kembali Stick menjadi buktinya—DNA yang sama, semangat praktis untuk digunakan dengan satu tangan di kursi belakang taksi yang sama, hanya ditingkatkan.
Tentang Siapa Pengguna Milk Makeup
Milk ditujukan bagi mereka yang suka menuntaskan banyak hal. Mereka yang selalu punya tempat untuk dituju, menyukai riasan, tetapi tidak ingin menghabiskan 20 menit di depan cermin. Tak ada tutorial seratus langkah, tak ada buku petunjuk. Produk kami bukan sesuatu yang perlu diperlakukan terlalu hati-hati, begitu pula orang yang memakainya. Mereka hanya membutuhkan produk yang mampu mengikuti ritme, bukan memperlambat langkah. Energi itu sangat New York—cepat dan selalu bergerak, [with] dengan rencana yang dapat berubah seketika. Milk diciptakan untuk menyamai ritme tersebut: intuitif, dinamis, untuk para kreatif pekerja keras yang ada di mana-mana, bukan hanya di sini.
Saya menyebutnya multitasker yang efisien, karena memang itulah kenyataannya. Seseorang yang tidak membutuhkan panduan untuk merias diri. Aplikasinya mudah dan nyaris mustahil gagal, biasanya bahkan tanpa cermin. Merek ini kami ciptakan untuk mereka sejak hari pertama, dan merekalah yang tetap kami layani sekarang. Saya telah menggunakan Sticks kami di setiap sudut dunia, dalam berbagai moda transportasi. Fungsi selalu yang utama, tanpa ribet.
Tentang Masa Depan Milk
Prioritas besar kami saat ini adalah kembali pada hal yang membuat Milk menjadi Milk. Artinya, kembali terhubung dengan komunitas kreatif kami dan mencurahkan energi yang sama besar untuk membangun merek seperti halnya kami mengembangkan produk. Kembali ke akar kami di Kota New York—saat fungsi bertemu budaya dan gaya. Kami sedang menggarap film merek besar yang benar-benar menghidupkan visi tersebut, dan saya tak sabar agar orang-orang melihat ke mana kami melangkah.



















