Alasan Kamu Benci Lipstik Merah: Bukan Warnanya, Tapi Cara Pakainya
TikTok bilang lipstik merah sudah ketinggalan, tapi para makeup artist justru makin membuktikan sebaliknya.
Saat musim liburan tiba, lipstik merah dibibir terasa seperti detail kecantikan paling klasik dan terbukti ampuh untuk membawa nuansa meriah. Bagi penggemar warna bibir ini, ini adalah cara tanpa gagal untuk menyulap hampir semua tampilanmakeup apa pun. Namun, diTikTok, para kreator mulai menggugat bibir merah klasik — dengan alasan bahwa warna ini sebenarnya tidak cocok untuk semua orang seperti yang selama ini kita yakini.
Bibir merah telah menjadi ikon selama berabad-abad dan seiring waktu menjelma simbol pemberdayaan bagi komunitas Latinx dan perempuan secara umum, namun hal ini tak menghentikan para beauty enthusiast untuk menyoroti karakternya yang begitu bold dan kadang terasa mengintimidasi. “Bibir merah itu tidak pemalu. Ia mengumumkan kehadiranmu — dan banyak orang tidak terbiasa melihat diri mereka seberani itu. Jadinya terasa berlebihan,” ujar makeup artist selebriti Kim Baker menuturkan. Berbeda dengan warna bibir yang lebih kalem, bibir merah menuntut perhatian — dan karena efeknya yang begitu polarizing, banyak pengguna internet mengaku sulit merasa percaya diri saat memakainya.
@anja_tillmanns andai aku bisa memakainya tanpa terlihat seperti mau naik panggung untuk solo jazz#redlip #falllipstick #lipcombo #fallmakeup ♬ original sound – arcadia
Meski segelintir TikToker sudah bersumpah tak akan lagi memakai bibir merah, para makeup artist yakin warna ini tidak akan ke mana-mana. Seperti kebanyakan tren kecantikan, lipstik merah itu bukan soal satu formula untuk semua, melainkan menyesuaikan tampilan dengan warna kulit dan preferensi pribadimu.”“Masalahnya bukan pada merahnya — tapi pada undertone-nya. Saat kamu menemukan merah yang tepat, seluruh energimu terangkat,” ujar Baker. “Raut wajah melunak, mata tampak lebih bercahaya, dan auranya berubah. Aku sudah melihatnya terjadi langsung pada semua orang, dari model sampai para ibu yang terburu-buru berangkat kerja.”
Senada, makeup artist selebriti Scott Barnes menilai bahwa mereka yang anti bibir merah sebenarnya hanya belum menemukan shade yang tepat. ““Luar biasa cantik kalau dipoles dengan benar — dan terus terang, bisa terlihat buruk kalau salah pakai,” ujarnya kepada Hypebae. Untuk menghindari hal ini, Barnes menyarankan agar kamu menjadikan undertone kulit sebagai acuan saat mencari shade merah yang paling cocok. “Lihat saja Taylor Swift dan Rihanna — warna kulit mereka sangat berbeda tapi sama-sama terlihat memukau dengan bibir merah karena mereka memakai merah yang tepat untuk kulitnya,” tambahnya.
@maya_galore Perempuan kulit hitam 🤝🏾 bibir merah 💋 Mana yang jadi favoritmu!?? Ini shade lipstik merah favoritku dari @thelipbar ❤️ Shade yang dipakai: Hot Mama Brickhouse Bawse Lady Boy Trouble Rebel#redlipstick #thelipbar #makeupforblackwomen #makeuptok ♬ original sound – BeyNet
Bagi Tiesha Williams, makeup artist profesional dan duta merek Black Radiance, selalu ada satu shade merah yang bisa cocok untuk hampir semua orang. Saat memilihkan merah untuk para kliennya, Williams mengatakan bahwa warna merah dengan undertone biru cenderung paling flattering untuk kulit terang hingga medium, sementara merah dengan undertone oranye lebih serasi untuk kulit medium-deep hingga deep-dark. Meski teori warna jelas membantu mempermudah menemukan shade ideal, ia menegaskan bahwa seperti teknik makeup pada umumnya, filosofinya soal bibir merah bukan aturan baku yang wajib diikuti. ““Aku menyarankan kamu bermain-main dan bereksperimen sampai menemukan apa yang paling membuatmu nyaman,” ujarnya.
Melihat betapa dipujanya bibir merah, wajar jika terasa menyebalkan ketika klaim bahwa warna ini universal ternyata tak selaras dengan rutinitas makeup pribadi kita. Namun, makeup sejatinya tak punya aturan — dan produk yang kita pakai pada akhirnya akan selalu ditentukan oleh penilaian diri sendiri, bukan oleh apa yang dianggap pantas atau flattering oleh orang lain. Walau para makeup artist percaya bahwa siapa pun bisa memakai bibir merah, bukan berarti semua orangharus memakainya.
Dalam urusan makeup, eksplorasi adalah kunci untuk menemukan apa yang paling mengangkat rasa percaya diri kita. Sejak dulu, bibir merah sudah menjadi elemen penting dalam tampilan glam pesta hingga riasan sehari-hari — tapi di era internet, tentu saja ia tak luput dari kritik.
Selagi di sini, jangan lewatkan ulasan soal mengapa para pakar kecantikan kini membongkar istilah “sushi face.”








