Dari Genesis Webb milik Chappell Roan hingga Simone Beyene andalan Olivia Dean.
Di balik setiap musisi hebat ada stylist andal. Kehadiran di panggung dan pesona bintang tidak berhenti di vokal dan koreografi; busana pun ikut mengalunkan musik. Mulai dari penampilan Beyoncé dengan bodysuit berkilauan hingga The 1975 dengan skinny tie dan busana panggung Sabrina Carpenter yang berganti-ganti di atas panggung, fashion tak terpisahkan dari sebuah penampilan.
Namun cerita tak berhenti di panggung. Setiap momen red carpet , penampilan off-duty, atau kencan makan malam santai dirancang dengan sangat matang, dengan para stylist bekerja di balik layar untuk membentuk identitas visual sang artis. Lemari pakaian seorang musisi bisa mengomunikasikan kepribadian, kedekatan, dan visi, dan ketika dieksekusi dengan tepat, ia menjadi bagian dari musik itu sendiri.
Lihat saja perjalanan Olivia Dean yang melesat bak meteor. Seiring kesuksesannya yang kian menanjak, terjadi pergeseran gaya busana yang halus namun sangat strategis. Jika dulu ia mengandalkan siluet bernuansa grunge dengan denim dan label independen, kini Dean sering tampil dengan gaun etereal dan busana desainer menjuntai hingga lantai. Evolusi yang mungkin luput dari mata penonton kasual ini mencerminkan kehadirannya di panggung yang lembut dan suara soulful-nya dengan begitu mulus, hingga cepat menjadi ciri khasnya. Seperti komentar para penggemar di dunia maya: “Stylist-nya benar-benar sayang sama dia.”
Selanjutnya, kami menyorot para stylist yang membentuk estetika para musisi masa kini, serta duo stylist–artis yang wajib masuk radar Anda.
Dara Allen
Dara Allen adalah fashion editor dan stylist ternama yang turut bertanggung jawab atas transformasi gaya Addison Rae yang luar biasa, lengkap dengan tampilan Y2K yang playful. Coba ingat beberapa tahun lalu, ketika Rae masih menari di TikTok dalam balutan legging dan memancarkan vibe gadis tetangga yang santai. Kini, Rae menjelma jadi ultimate pop princess lewat gaya ala Britney Spears dengan low-rise shorts, rambut pirang yang sengaja dibuat messy, plus taburan kilau dan attitude yang penuh percaya diri.
Simone Beyene
Simone Beyene adalah otak jenius di balik rebranding Olivia Dean yang disebut tadi. Dari rok mini Chopova Lowena yang edgy hingga gaun Versace yang elegan, Dean beralih dari citra gadis London menjadi superstar global. Lahir dan besar di Stockholm dari ibu asal Swedia dan ayah asal Ethiopia, Beyene menempuh studi di Central Saint Martins di London sebelum memulai karier sebagai stylist. Selama masa magangnya, teman Beyene yang seorang penyanyi, Mabel, mengajaknya ikut tur dan membantu urusan styling. Sang stylist kemudian bertemu Dean, langsung klop, dan sejak itu mereka terus bekerja bersama.
Molly Dickson
Molly Dickson adalah sosok celebrity stylist. Mungkin namanya belum begitu familiar di telinga Anda, tapi pasti Anda hafal gayanya. Ia menata semua orang, dari Bella Hadid hingga Kaia Gerber, dan ia juga mengukir nama di dunia musik lewat Lana Del Rey. Rangkaian busana etereal bernuansa ’60-an memberinya signature look yang begitu nyambung dengan basis penggemarnya dan menangkap esensi lirik-lirik lembutnya yang sarat referensi retro. Rasanya sulit membayangkan sang penyanyi dalam gaya lain.
Jared Ellner
Jared Ellner adalah salah satu stylist muda paling menjanjikan di Hollywood. Ellner punya hubungan kerja jangka panjang dengan Emma Chamberlain (mereka kini juga bersahabat di luar urusan styling), dan belakangan ia merambah industri musik, bekerja dengan nama-nama besar seperti Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Camila Cabello, Phoebe Bridgers dan SZA. Karya Ellner kerap menghiasi halaman publikasi besar sekaligus menopang penampilan seleb favorit Anda di red carpet. Masih ingat look Sabrina Carpenter MET Gala itu? Kita patut berterima kasih pada Ellner.
Sam Woolf
Daftar ini tak akan lengkap tanpa menyebut Sam Woolf. Baru-baru ini, Woolf mendapat sorotan berkat karyanya bersama Doechhi, sampai menerima Style Moment of the Year Award yang dipersembahkan oleh Pandora di ajang British Fashion Awards, 2025. Stylist kelahiran Australia ini mencuri perhatian di MET Gala (bukan hal mudah di tengah lautan glamor) lewat pilihan busana custom Louis Vuitton dengan setelan garis-garis putih dan abu-abu untuk Doechii. Woolf juga merancang tampilan sang rapper untuk Glastonbury dan Grammys (ingat look Thom Browne itu), dan benar-benar menguasai seni bercerita lewat pakaian.
Genesis Webb
Genesis Webb sempat menjadi semacam Tumblr darling pada usia 14 tahun, lalu mulai menjual pakaian thrift dan kemudian meluncurkan brand perhiasan—semua sebelum karier styling-nya dimulai. Baru ketika ia memutuskan pindah ke Los Angeles tepat sebelum pandemi dan mendapati dirinya kehabisan uang dan sendirian, ia tak punya pilihan selain banting setir. Berbekal latar belakang fashion yang beragam dan selera yang khas, Webb memulai perjalanan sebagai stylist dan tak lama kemudian bertemu Chappell Roan. Keduanya terhubung lewat kecintaan yang sama pada thrifting dan akar Midwestern mereka, dan kini mereka bersama-sama melahirkan gaya ultra-glam bernuansa drag yang menjadi ciri khas Roan.
Alizé Demange
Bermarkas di London, Alizé Demange menata gaya deretan musisi paling hot saat ini, termasuk para peraih penghargaan seperti Mahalia, Cleo Sol dan Jorja Smith. Demange pernah mengungkapkan bahwa kota kelahirannya adalah sumber inspirasi utama, menempatkan kultur dan pengaruh London di jantung setiap look. Street style, siluet longgar, dan vibe fun yang melimpah menjadikan Alizé Demange sosok Londoner sejati.
Lorenzo Posocco
Lorenzo Posocco bukan nama asing; stylist selebritas asal Italia ini telah lama berkarya bersama para A-lister dan benar-benar memahami pentingnya narasi dalam membentuk sosok musisi. Sedang tergila-gila pada Dua Lipa belakangan ini? Besar kemungkinan Posocco adalah otak di balik busana memesona yang Anda kagumi. Bertahun-tahun bekerja bersama, merancang look tur hingga penampilan publiknya, Posocco mengantar Dua Lipa naik kelas dari pop star menjadi all-around superstar.